Orang Biasa

ini hanya orang biasa.

orang biasa yang tidak memimpin dan dipimpin.

orang biasa yang tidak membutuhkan dan dibutuhkan.

orang biasa yang tinggal dipinggiran atau lingkar luar.

orang biasa yang bisa sedih, sedang, marah, “ciri-ciri manusia”

orang biasa yang bisanya mengalah tanpa tau kapan mulainya sebuah pertandingan.

orang biasa yang berharap tanpa tau apa yang diharapkannya besok.

orang biasa tertidur hatinya dikala kebakaran hebat membakar tubuhnya.

mungkin orang biasa ini ingin perang sampai mati, tapi tidak pernah mendapatkan medan perang yang dia inginkan.

semua aturan selalu membuat orang biasa diam, tunduk, dan hanya bisa bercakap dalam hati akan banyak pertanyaan.

orang biasa berubah menjadi seekor beruang kutup ketika melihat sesuatu yang lumrah terjadi yaitu mencairnya es disana.

bagaimana bisa seorang biasa memahat sebongkah batu raksasa, tanpa memegang peralatan yang semestinya.

kasihan sekali jika ada orang biasa yang seperti ini.

Categories: Ceritanya

kata bebas

sebenernya aku juga bingung mau nulis apa sekarang.

karena judulnya kata bebas, berarti…yaudahlah nulis aja.

ada kalanya gunung merapi ingin meletus lagi, atau juga ada kalanya ibu yang punya anak mau punya anak lagi.  kira-kira ilustrasinya tepat  tidak?? kalau sasaran tembaknya kearah kangen masa lalu. klo nda ada mirip-miripnya, ya anggap aja mirip. suasana seperti ini akan kembali lebih hidup ketika dibarengi oleh musik yang selalu bernyanyi  diwaktu itu.  contohnya aja sekarang denger lagu be mine, pikiran terbawa seolah-olah aku berada disemester 5 sedang mencari telent untuk shooting PSTV.  hal yang sama juga aku lakukan kemarin, musik dalam kaset yang begitu banyak berada di dalam mbl, beberapa banyak  adalah  kaset kenangan yang nda dijual dimanapun alis kaset bajak. seketika itu pula aku terasa seolah-olah sedang bersama teman-teman masa lalu yang sedang tertawa  di dalam mbl.

waktu adalah hal yang riskan dan ringkih karena dia bisa mengubah segalanya.  Mampu memisahkan kebersamaan dan bahkan mampu mempersatukan yang tak mungkin, dan seterusnya.  dan yang menjadikan waktu sangat berharga adalah karena waktu dapat membatasi manusia dimanapun. membatasi umur manusia, mebatasi kebersamaan dengan para manusia yang dicintai, membatasi segala hal yang kita sukai dengan begitu cepat.  semua menjadi begitu berbeda ketika kemarahan sang waktu membombardir setiap kelakukan kaum bumi yang terkadang tidak pernah mengerti apa yang mereka lakukan.

sebelumnya tidak pernah kepikiran sampai sedemikian jeleknya hidup ketika waktu kita jalani detik demi detik.  dari setiap waktu dapat dipahami bahwa semuanya adalah sebuah benda yang melingkar bulat, kadang bisa bergerak melingkar dengan cepat atau terkadang lambat itulah waktu.  waktu tidak disalahkan dini, tetapi waktu dipertanyakan disini. tapi aku tidak sampai hati mempertanyakan waktu disini…

kembali aku serahkan kepada waktu yang berdetak.

Categories: Ceritanya

PERLAHAN TETAPI PASTI

Why do all good things come to an end?

tepat rasanya kalimat diatas mendeskripsikan situasi malam yang agak sedikit dingin ini. kenapa begitu? jawabanya perlahan tetapi pasti, sampai detik ini orang ini tidak tahu apa yang dia mau? setiap kemauan-kemauan yang sudah tertulis didalam tubuh tidak pernah bisa terlontar keluar tubuh. setiap memikirkan “A” tidak pernah bisa tergambarkan bagaimana “A” ini tercapai. Hingga akhirnya sampai di titik yang kesekian kalinya keinginan itu membuatnya  tidak pernah tahu apa yang dia inginkan.

orang ini adalah orang, dan sampai kapanpun orang ini akan sebagai orang. ketika dia ditempatkan di kandang macan sekalipun orang ini akan disebut orang dan bukan macan. ketika ia ditempatkan di kamar mandipun dia masih disebut orang. dimanapun dia berada orang ini adalah orang. DIA adalah ada, dia adalah pintar, dia adalah paham, dia adalah mengerti. kasarnya adalah dimanapun orang ini ditempatkan dia akan selalu menjadi orang ini. orang ini yang mempunyai jiwa manusia, rasa, karya,segala macam yang ada di buku PPKN orang ini punya dan akan selalu melekat dengan orang ini. orang ini adalah bukan orang baru, orang ini adalah orang yang mempunyai kemauan yang sedari dulu tidak pernah ia capai.

misalnya ada seorang pembunuh. orang ini adalah pembunuh dan sampai kapan pun orang ini pernah membunuh. lalu bagaimana? anggap saja 25 tahun berlalu kemudian diungkit kembali orang ini pembunuh, dan mengejeknya dengan simbol-simbol yang mendeskripsikan dia pembunuh lalu apa yang terjadi. bisa saja ia membunuh lagi, bisa saja dia pergi ketempat lain yang bisa menerima dia bukan sebagai pembunuh, bisa juga ia malah bunuh diri.

Ilustrasi yang membingungkan. begitulah jika aura positif dan negatif bertengkar dalam pikiran. seberontak apapun sisi negatif, sisi positif selalu bisa meredam dengan segala cara. namun jeleknya orang ini belum mengganti peredam lama denga peredam baru, jadi sisi negatif agak sedikit bocor dan mengalir ke sisi positif. namun sebisa mungkin partikel positif membuat selaput baru untuk menutup sisi negatif. Tidak menjawab ilustrasi hehehe…

ilustrasi yang disederhanakan. posisikan orang ini sebagai sint”ing” – “a”. posisikanlah dia sebagai mana Anda kenal dia seperti apa. jangan mengajak dia secara sadar atau tidak untuk membuat karakter baru. Anda paham dia seperti apa? semua tentang dia Anda paham “mungkin”. jadi jangan membuat kepahaman-kepahaman Anda tentang dia tertutupi dengan “karakter baru”…..sedikit menjawab ilustrasi

ilustrasi paling sederhana. belum lama rasanya SP merasakan perang batin, dia bukan?…ini bukan..?dia…bukan?…. atas keberlarutan masalah rasa. sampai akhirnya anggap saja bukan…karena memang bukan, tapi ada proses ada waktu untuk memastikan itu bukan!. tidak 1 hari, tidak 2 minggu, tidak 1 bulan. ketika proses itu belangsung untuk bukan, tolong…sangat-sangat tolong bertindak dan meposisikan diri sebagai SP sebagaimana ia yang lalu. karena semua itu proses.

ilustrasi transparan… kembali lagi saya tidak tahu apa yang saya mau. dan berada pada situasi dan kondisi yang salah itu sangat tidak menyenangkan. tidak semestinya saya berada diruang yang sempit itu dengan konsi yang saya paham akan perlahan tetapi pasti.

kiranya tidak to the point… itulah.

kerena penasihatku begitu berharga untuk  membuatnya semuanya tertutup dengan debu.

Categories: Ceritanya

sekali-sekali berbicara perasaan

sebenarnya tidak ada yang aneh ketika kita berbicara tentang perasaan atau nama bekennya “hati”. namun menjadi aneh ketika kata tersebut dicerna seorang sinta, dengan kata lain sinta sendirilah yang melabel perasaan itu sesuatu yang aneh.  kalau dari awal disuruh memilih  apakah mau punya perasaan atau tidak? sinta lebih memilih tidak punya perasaan. kenapa? “kenapa ya ?! dijawab dalam hati”

salah satu bagian unsur manusia adalah perasaan mungkin akan mahal harganya ketika Anda membeli perasaan itu kepada sinta. karna apa? karena sinta baru sedikit menggunakan organ perasaan itu untuk hidup. jadi bagi Anda yang butuh perasaan datanglah kepada sinta, biar dia yang akan memberinya kepada Anda. cerita sedikit tentang pengalaman berperasaan seorang sinta.  Ketika ia  menggunakan perasaannya untuk hal yang benar-benar membutuhkan perasaan tingkat tinggi. Terjadilah pembusukan didalamnya, busuk karena sebuah keinginan standar manusia dengan mudahnya tejungkal dengan hal sekelas bulu ayam.

ketika jaman putih-putih sedang berjaya ada satu perasaan yang membuat kejayaan itu semakin jaya. Andai kata metamorfosis itu tidak ada mungkin sinta masih berjaya dengan segala kejayaannya yang selalu mengikutinya dari samping kanan kiri, depan, dan belakang. Merasakan kekuasan, kehormatan, keagungan terasa setiap waktu dicicipi. tetapi bayi harus bisa tumbuh dan berjalan begitulah metamorfosis. jaman putih-putih itu sudah lewat dan sekarang tercebur kedalam jaman air beku.

andai perasaan sinta bisa berkembang ditempat air buku, nampakya prospeknya juga tidak begitu bagus. terbukti dari  penempatan, posisi, kreasi yang selalu salah dalam menggunakan perasan. Al hasil perasaan itu berceceran terhambur-hambur dijalan yang berkemilauan kubangan air butek. ibatanya  Anda dioprasi dengan keadaan sadar..katalainnya “sakit” . Hati-hati kepada Anda sekalian perasaan anda bisa membunuh anda kedalam kematian yang paling mengerikan.

kalau liat cerita disinetron: perasaan menjadi jajan laris untuk menarik penonton untuk ikut taruhan memainkan emosinya. Sinetron kita tidak jauh-jauh dari kata “SELINGKUH, CERAI, PUTUS,  JADIAN, PERKOSAAN, ANIAYA, MARETI, ILUSI, IRASIONAL,KESOMBONGAN” yang parahnya penonton suka akan kata-kata itu.  kebetulan sinta membenci kata-kata itu, jadi kalau Anda berada pada posisi pada kata-kata itu percayalah sinta akan ….kembali lagi kepada perasaan dan kembali lagi kepada aneh.

aneh karena kenapa ada orang yang bermain perasaan bisa begitu senang, bahagia dan gembira tetapi ada juga orang yang bermain perasaan tapi bisa begitu menderita, sedih, meringih, dan susah. sinta tidak mau keduanya berjalan bersamaan didalam pikiriannya. juga tidak mau salah satu diantaranya yang berjalan sendiri dipikirannya.  sejatinya statis hidup akan lebih tidak dinamis. begitulah rasannya berbicara tentang perasaan. mungkin karena sinta itu anak perempuan jadi wajar ketika Venus berbicara perasaan. Venus yang satu ini selalu berbicara tentang logika ketimbang perasaan. bagi kaum Mars cobalah berbiacara perasaan, kalo mau-kalo nda juga nda papa.

satu hal ketika sekali-kali berbicara perasaan ada sesuatu yang tidak bisa membuat badan ini istirahat sampai pagi buta ini.  sinta kecewa dengan hal yang ditutupi individu lain  itu, individu lain itu tidak berbohong cuman tidak bilang bahwa besi itu ternyata lunak. Parahnya sinta keburu mengetahui sendiri bahwa besi itu lunak sebelum individu lain itu mengatakannya… ada beberapa kata untuk mengupat kejadian ini “FUCK DAMN SHITT” andai sinetron tersanjung sampai masih ada mungkin ini bakalan jadi part ke 21 yang menjadi akhir dari segala akhir.

Kata BEYONCE :

If I were a boy
I think I could understand
How it feels to love a girl
I swear I’d be a better man.
I’d listen to her

Merdeka kita, kita merdeka…ikutan BEYONCE

Categories: Ceritanya

Mengerti rasanya cepat Mati

dalam sebuah perang salah satu prajurit pernah ditembak, dipanah, dipukuli, dibrondong pukulan, dihujat, dipermalukan, dan dianggap tidak wajar dalam hidupnya. prajurit ini sangat paham akan semua rasa dalam peperangan yang mempertaruhkan hidup dan matinya.

Dimasa yang berbeda ketika prajurit itu menjadi seorang raja, ia bertindak sebagai mesitinya seorang raja yang luar biasa. dunia itu cepat sekali terbaliknya, dulu dimasa menjadi prajurit orang-orang yang berkuasa itulah yang menawarkan rasa cepat mati kepada sang raja baru ini.  dan raja ini paham akan rasanya cepat mati. suatu ketika sang raja mencoba bertindak semena-mena dengan  tidak menggubris sama sekali jenisnya dalam hidup. ada perasaan bangga dan kepuasan tersendiri atas perbuatan sang raja tersebut.

Namun sekali lahi raja ini tidak kejam, atas tindakannya itu sang raja berfikir pasti sakit rasanya diperlakukan seperti itu, rasannya ingin melempar buku yang ada dimeja belajar kearah potret masa lalu.  “yah… benar” begitulah rasanya ” cepat mati”.

semua itu belajar tentang keseimbangan. semua perbuatan pasti mendapat ganjaran yang seimbang dimasa yang akan datang. raja ini telah mendapat keseimbangan dalam seluruh perbuatannya, dan juga sebaliknya raja ini memberikan keseimbangan lain kepada individu diluar dirinya untuk merasakan apa arti keseimbangan hidup.

Categories: Ceritanya

hal baru dalam hidup bermanusia

ini sudah bukan cerita sekumpulan manusia yang mengaku dewasa.

manusia yang mudah tumbang ketika tertiup angin yang agak sedikit memorat-maritakan hidupnya.

manusia yang selalu berbuat semena-mena kepada orang yang dianggap salah.

manusia yang selalu menganggap angin kepada orang pintas lalu.

ini sudah bukan tetang itu.

Terkadang ketika sedang menjalani hidup manusia, orang ini selalu tidak yakin dengan apa yang dia lakukan. orang ini tidak pernah percaya kepada dirinya sendiri untuk melihat sesuatu yang mudah. Namun orang ini selalu dipercayai orang-orang lain untuk bisa menempuh hal yang susah dalam dirinya.  Dia selalu beranggapan bahwa kesulitan hidupnya adalah yang paling sulit, paling tragis, paling ironis, dan paling miris.  Namun hal yang berbau lawas itu sudah hampir menjadi lawas ketika, hidup bermanusia itu ditampilkan di depan muka. sebuah kerumitan yang sedang berusaha di jalani orang lain, yang “orang ini” yakin orang lain itu pasti bisa, sanggup, dan mampu mengakhirinya dengan sempurna.

berusaha menjadi baik ketika orang tidak peduli dengan kepudian orang lain.

berusaha menjadi sabar ketika orang tidak peduli dengan kesabaran orang lain.

berusaha menjadi senang ketika orang tidak peduli dengan kesenangan orang lain

berusaha menjadi tidak rumit ketika orang lain tidak peduli dengan kerumitan orang lain.

seberapa penting peduli??? jawabnya sebarapa pantas  orang menjadi manusia.

tapi orang ini yakin hidup itu seperti mainan ketapel. manusia harus ditarik jatuh kebawah, agar bisa terpelanting ke atas se tinggi-tingginya dan sempurna ketika arah sasaran tepat menghantap sesuatu yang sudah diperhitungkan matang jauh pada saat berada dibawah.

baru pertama kali orang ini bangga akan dirinya.

pintar saja tidak cukup

baik saja tidak cukup

mengerti saja tidak cukup.

mungkin bodoh saja pun tidak cukup.

semua tercukupi ketika bisa berbicara apapun yang dia rasakan kepada orang lain untuk berbagi banyak hal tentang fananya hidup.

Categories: Ceritanya

Iklan Politik

IKLAN POLITIK

DALAM REALITAS MEDIA

SUMBO TINARBUKO

 

“Pemilu sebentar lagi, caleg-caleg ramai sekali” begitulah lagu Lebaran yang saya plesetkan, semoga saja caleg-caleg kita tidak ada yang menyanyikan lagu ini. Sekedar informasi “upil” ketika meliat tv, ternyata sudah ada caleg yang memesan kamar vip di rumah sakit Jiwa. Rasanya belum lama saya mendengar seorang calon bupati menjadi gila karena kalah dalam pilbup, Sebut saja HM. Zuhri Yuli Nursanto cabup asal Ponorogo. Gila karena segala harta dikerahkan untuk menjadi seorang Bupati yang terhormat itu, belum lagi hutang sana-sini demi mendapat tambahan untuk ngarungin suara rakyat. Alhasih gilalah bapak calon Bupati itu. Saya rasa lebih baik bapak itu menjadi gila, ketimbang menjadi Bupati yang sepertinya agak jelas ingin balik modal.


Ini baru Bupati, bagaimana Caleg??? Yang terhormatnya 9 kali lebih besar dari pada Bupati. Sudah jelas uang yang dikeluarkan untuk kampaye caleg jauh dari jangkauan saya. Iklan dan mendadak semua caleg menjadi artis pinggir jalan. Sejauh mata memandang di jalan raya selalu muncul muka-muka polesan hasil gidital. Inilah yang membuat saya tertarik akan sebuah buku yang berjudul IKLAN POLITIK DALAM REALITAS MEDIA. Sekedar informasi “kutu” pada saat launching buku ini di JEC saya kurang tertarik dengan diskusinya dikarnakan tempatnya telalu panas akan cuaca Yogja yang bersinar, namun menjadi tertarik ketika saya melihat cover dari buku ini yang seperti komik dan saya membelinya. Saya akan mencoba berbagai sedikit pengalaman ketika saya membaca buku ini.

scan0006

Buku ini dibagi menjadi 4 babak. Sebelum babak pertama dimulai, terlebih dahulu akan diawali dengan citra Narsistik. Saya sempat senyum simpul ketika membaca bagian ini. Narsis ternyata bukan hanya milik saya, milik temen saya, dan milik dosen saya. Ternyata Caleg bangsa ini memiliki kadar narsis kelewat batas. Kata buku ini “Narisisme politik adalah kecenderungan pemuja diri berlebihan para elit politik, yang membangun citra diri, meskipun itu bukan relaitas diri yang sebenarnya: dekat dengan petani, membela wong cilik, akrap dengan pedagang pasar, pemimpin bertagwa, penjaga kesatuan bangsa, pemberantas praktek korupsi, taua pembela nurani rakya” saya jadi ngeri baca makna dari nasisme politik. Sekarang kita hidup dijaman narsis, bisa dipastikan foto para caleg yang terpajang di jalan raya adalah foto terbaik yang mereka punya selama hidupnya. Melenceng sebentar ke kelas cybermedia mungkin internet akan kiamat, ketika semua orang dengan kenarsisannya meng up-loud fotonya kedalam internet dalam sehari bisa mencapai 10 foto. Bisa dibanyangin lagi ketika seluruh dunia meng up-load segala macam eksistensinya kedalam internet, mungkin jaringan yang kecil ini akan “doll”.


Balik lagi kebabak 1. Sampah Visual iklan politik, ada beberapa sub bagain pada bab ini. Namun saya lebih tertarik dengan sampah. Kebetulan KKN saya bertemakan pengolahan sampah. “IDER CANGKEM” mungkin orang batak atau papua kurang mengerti apa itu ider cangkem. Kebutalah lagi saya orang Indonesia asli jawa narsis nih, saya akan coba bantu ider = berkeliling, cangkem = mulut. Jadi berkeliling mulut atau pengumbar. Kata buku ini “ sampah visual limbah reklame luar ruang iklan politik yang ditempel kemudian disobek sembarangan, maka tampil visualnya menjadi kumuh” bisa dibanyangin coba deh kalo jalan di pasar Ngasem Jogja, daerah wisata barang-barang kerajian sekarang berubah menjadi wisata bendera, bukan main warna-warni bikin pusing MARMOS “ marak..i emosi” ya setidaknya ada tata cara yang benar dalam beriklan agar tidak merubah keindahan kota-kota yang diterjang iklan politik.


Loncat kebabak 2. Kata Widagdo (1993:31)dalam buku ini bilang “ design komunikasi visual dalam pengertian modern adalah desain yang dihasilakn dari rasionalitas dan dilandasi pengetahuan yang, bersifat rasional,dan pragmatis. Nah coba, pernah liat ngak Caleg pake baju Supermen??? Udah tau supermen itu selalu kebalik pake celana dalem, malah diikutin Caleg kita lagi hehe. Kalau dosen aku ngomong, “dikira rakyat anak kecil, mesti disajiin supermen biar tertarik” luar biasa Irasional. Mungkin nanti bukan hanya supermen, tetapi segala super hero bisa masuk kedalam kampaye. Andai saja super hero asal Indonesia seperti : si Buta dari Gua Hantu, Angling darma, Lasmini, Kuntili dll bisa diajak kampaye, alangkan tingginya nasionalitas Caleg kita.

Naik kebabak 3. Pada babak ini isinya pendapat orang pinter, yang tidak saya kenal, tapi sudah saya baca. Dan pendapat saya sendiri tetang iklan politik adalah pertama, produk dagang baru bagi bangsa ini, begitu banyak uang apa lagi jika ditukar dalam bentuk recehan pasti bisa nutup lubang lumpur Lampindo, kasian teman kita disana itu. Kedua, perusak estetika tempat. Semoga pemilu dilain waktu sudah mempunya regulasi yang tepat untuk mengatur semua ketentuan dalam beriklan politik. Ketiga, meniru buku ini yaitu RASIONAL, iklan politik harus rasional.

Terakhir babak 4. Isinya  curhatan pengarang buku Sumbo Tinarbuko dalam menghayal iklan politik yang ideal.

 

 

jika ada kesalahan ketik atau maksud mohon maaf. Semua itu karena saya mahasiswa yang sedikit oon dikampus dan hanya ingin berbagi pengalaman dari pengalaman orang lain.

Categories: So-Sial....!

Raditya Dika VS Edric Tjandra

7 Maret 2009 sintaparamita 1 comment

film20331b

Begitu denger film ini mulai ditanyangkan pada 5 Maret klo ngak salah,  saya orang yang mungkin penasaran dengan film ini. dari buku-bukunya yang aku pernah baca, keliatannya filmnya bakalan lucu bgt. Dan ternyata eh ternyata. Maaf ya radit, film kambing jantan ini sangat buruk.  ada beberapa catatan yang saya hafal di otak.

1. film ini sangat membosankan.

2. Dari awal pertama kali pemutaran, sudah bakalan kebayang betapa datarnya film ini.

3. kebetulan aku nonton film ini jam 11.30 hari Sabtu di Ambarukmo itu. Yang aku perhatikan adalah para penonton yang jumlahnya tidak lebih dari jumlah mahasiswa yang mengikuti kelas filsafatku. dan perilaku meraka pada saat menonton film itu  adalah seperti orang  gelisah. sama sekali tidak mentertawai adekan yang mungkin itu konyol bagi sutradara. begitu saya tahu  sutradaranya  adalah Rudy Soedjarwo,  sangat terkejut kenapa dia kurang bisa mendeskripsikan buku itu dengan baik. sehingga karya yang ada sangat “LESS”

TANPA EDRIC TJANDRA FILM INI LEBIH BURUK

dari apa yang saya liat di dalam ruang bioskop itu, terbukti  kemunculan sosok Edric Tjandra  bisa membawa penonton tertawa dikala kebosanan mereka melihat layar putih itu.  Siapapun boleh menilai apapun dari kaca matanya, jadi saya menilai film ini buruk.  Selama di Yogya  film inilah yang membuat saya kecewa.

“Sori jika ada oknum atau penggemarnya yang tersinggung” :)

 

Categories: So-Sial....!

Menjelang Pergantian Tahun

img_1113

Duduk di pasir menunggu tenggelamnya matahari terakhir 2008.   Aku sempatkan melihat resolusi-resolusi dari tahun ketahun yang nampaknya selalau gagal total. salah satu contohnya;  memiliki gigi yang rapih ditahun kemarin, nampaknya gagal karena aku males untuk priksa. Entah kenapa setiap langkah yang menuju kesana selalu digoda dengan kepentingan yang asoy-asoy. yah..mungkin karena dia telah mengambil banyak gigi dari mulut yang kurang dari sejengkal ini.

PARAGRAF INI DISENSOR…KARENA MENDAPAT TEGURAN..

hehe :)   hehe


Mungkin imajinasi ini telalu liar, sehingga membayangakan keadaan lokasi KKN yang mengenaskan. ternyata perbandingannya 11 -17 ya begitulah. bermukim dengan orang baru, nama baru, perilaku baru, kerjaan baru, dan menjadi tukang sampah baru. hahahah ini cocok masuk program tv di Trans “Jika Aku Menjadi” oh…Men….aku salah satu telentnya.. hahahah NICE. aku menyebut tepat tingal baru nanti dengan sebutan (Bukan KOS Biasa)hahaha…letaknya ngepresss—-bgt-bgt diatas kali code deket jempatan..hehe kebayang nanti klo sewaktu2 ujan gede dah hahahah… ih...biasanya dikali apa lagi dijembatan banyak yang aneh-aneh.. tapi lagi It’s Oke, karena kita rame-ramae hahaha.

KKN adalah pintu dari akhir yaitu skripsi, gitu aja gampangnya. ngak terasa emang, waktu itu bener mati rasa.  rasanya baru waktu itu ospek bareng. Sekarang perlahan tetapi pasti angkatan 06 mulai menghilang satu-persatu dari kampus, mungkin ada yang bekerja, mungkin ada yang jenuh contohnya aku hehe, dan  mungkin ada yang lain-lain. udah jarang bgt.  ibaratnya aku mahasiswa baru yang melihat kakak angkatan 05 dan 04 gitulah.

Dan ada satu hal. Suatu  hal yang menurut pendapat orang adalah keajaiban jika mungkin, juga para pujangga udah bilang sama aku ” itu ngak mungkin, wes ora iso iku, tenan”, Trus juga para penyair sudah mendaya seru biru bahwa “bumi itu emang udah dari sananya biru”. Aku ingin mencoba sekali lagi melantah brantahkan pendapat-pendapat meraka dengan cara ku sindiri. inlah salah satu revolusi tahun ini. apakah ini??? rahasiaaaa….. heheh yang sering sakit hati karnanya pasti tahu. tapi bagi yang berhati bersih dan sucilah yang bisa melihat bangku itu ada penunggu yang duduk disitu.. hahahahha.

KARENA APA? KARENA TERNYATA “ITU” TIDAK AKAN BISA PERNAH DILUPAKAN


Categories: Ceritanya

Akhirnya Kita Berpisah Pula

25 Februari 2009 sintaparamita 2 komentar

040607-antirokok

Hanya ingin berbagi rasa

Mungkin beberapa temen-temen tidak tahu bahawa aku perokok,  aku merokok sejak hampir beberapa bulan yang  lalu.  Dan sebelumnya aku bukanlah perokok,  bahkan dulu pun aku membenci benda putih yang gosong diujungnya itu.  Semua itu berawal dari satu masalah yang sangat menyakitkan, entah kenapa waktu itu jiwa yang terimbas masalah ini begitu ironis dan tragis. Sehingga muncul pikiran aneh-aneh yang selalu melintas di benak, salah satunya adalah merokok. Dari sini  aku paham kenapa orang-orang bisa melakukan bunuh diri karena masalah sepele, intinya adalah satu selalu senang dalam ketidak berdayaan, akhirnya terlena dan jatuh.

Aku tidak bermaksud untuk mengajak teman-teman merokok, tapi aku hanya ingin berbagi rasa akan hal itu. Pengalaman unik pertama kali merokok adalah ketika aku bertanya kepada pedagang rokok di depan UC GSP. “Mas ada rokok yang tidak terlalu pedes ngak?” sambar masnya yang dagang dengan senyuman aneh.  Dan rokok pertama yang aku hisap adalah L.A menthol. Pertama kali coma memang agak pusing tapi semua itu terbungkus dengan jiwa irasionalitas yang selalu mengikuti. lama-kelamaan aku jadi paham bagaimana caranya menikmati rokok dan paham akan kadar TAR rokok  dari yang paling ringan dan berat.

Menurut aku kadar Tar yang paling ringan adalah rokok Esse. Sebaliknya yang paling berat adalah WISMILAK. Aku punya pengalaman dengan wismilak, mulut ini hampir kebakar karena tak sanggup menahan kepulan asap yang keluar masuk mulut. Finalnya aku tidak sanggup merokok ala wismilak.

AKU SANGAT PAHAM  BAHAYA MEROKOK, itu yang membuat kehidupan ini terasa hitam dan putih, fisik ini pun terasa kepayahan. Jika dihubungan dengan teori komunikasi, pada masa itu aku sedang mengalami  Teori DISONAN KOGNITIF, yaitu orang yang melakukan suatu hal berlawanan dengan pengetahuannya.  atas Pengalaman ini aku paham, kenapa iklan rokok selalu menampilkan kekuatan, kejantanan, keunggulan, atau kemenangan. Itu semua hanya semata-mata hanya menutupi ketidak berdayaan, kelemahan, dan keterbelakangan.

TUHAN MASIH SAYANG dengan aku,padahal aku selalu melupakannya. Aku diberikan teman-teman yang selalu sabar mengajari aku dengan kedamaian.  Sebut saja VR sampai saat ini masih ingat . “lho jangan bilang rokok itu ngak enak, klo lo belum coba?” dan benar ternya rokok itu LUAR BIASA TIDAK  ENAK.

Dan aku mempunyai teman baru, sebuat saja ED yang sangat perhatian dan  kata-kata lantangnya.  Teman tersayangku  ini bilang “Sama aja bakar duit orang tua, orang tua susah cari uang malah dibakar-bakar sama anaknya“  Thax… nonjok bgt. semakin membuat aku FIX akan sebuah arti.

KANSAS: Kami Anak Nakal Sewaktu- waktu Akan Sadar Sendiri

begitu kira-kira plesetan aku atas merek ini hehe…..

Dapat dirasakan dampaknya sekarang ketika aku berhenti merokok November Tahun lalu. seperti permainan ketapel, aku yang jatuh ditarik  kebawah dan saat ini aku sedang terpelanting keatas merasakan betapa baiknya alam dan seisinya kepada aku.

Terimakasih Kepada Sang Pencipta karena tidak membiar aku berlama-lama di dunia itu, karena itu memang   bukan dunia aku.

Harus belajar teori jatuh yang aku buat sendiri: kalau suatu saat kita jatuh, jatuhlah di depan dan jangan di belakang, dan ketika kita jatuh lagi. Jatuhlah di hidungmu jangan di kakimu. semua itu agar kita cepat bangkit bangung dan menjalani hal luar biasa yang menunggu kita disana.

AKU TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI KEMASA LALU

Categories: Ceritanya