lagu itu memunculkan tahun itu

Posted: 24 Agustus 2010 in Tak terkategori

waktu melihat jam, ternyata sekarang  jam setengan dua pagi. hal yang aku lakukan pada saat itu adalah mendengarkan musik. bosan dengan koleksi musik di laptop, akhirnya aku bongkar-bongkar CD yang agak lapuk. beruntungnya pagi itu aku menemukan CD yang di dalamnya terdapat sepuluh lagu tembang kenangan. lekas aku masukan CD itu ke dalam DVD RW yang ada di laptop ku. ketika aku mendengar lagu pertama, yang ada di pikiranku saat itu, bagaimana caranya lagu ini tiba-tiba membawaku ke alam yang “jauh kebelakang” dari tahun ini, saat itu pula otakku langsung me-remind hal-hal yang tidak terlupakan dimasa itu.

aku ingat betapa lagu ini menemaniku saat jalan kaki, sebelum tidur, ke kampus, kemana pun aku pergi lagu ini berdendang. uniknya aku tidak berupaya menghafal liriknya dan aku tidak mencari tahu siapa yang mendendangkan lagu ini. alhasil sampai detik ini, aku tidak tahu judul lagu itu. balik lagi aku mendengarkan lagu itu, dan bergumam dalam hati “mau sampai kapan?”, gumaman itu bukan lirik dari dari lagu itu. gumam itu merupakan respon dari pikirian yang sedang hanyut dalam irama.

yang aku bayangkan saat mengarkan lagu itu adalah. aku berada di tepi pantai biru yang luas dan dibaluti oleh langit yang dipenuhi awan membiru. pandanganku lurus menatap garis lurus yang membatasi laut dan langit. walaupun laut dan langit tidak terbataskan. tetapi ketika mereka dipadukan menjadi satu, nampak jelas batasan itu. biru dengan air dan biru dengan udara.  hatiku berkata “indah betul karanganNya”. di tempat yang sama aku melihat banyak partisi yang membentang lurus belakang ku. partisi itu aku lihat seperti panoptikon. aku merasa jutaan tim sorak dari kesebelsan lantah brantah sedang bersorak sorai melihat seseorang berdiri menatap laut. aku tidak tahu mengapa mereka seperti itu, yang  jelas aku tidak mau tahu dengan tim kesebelasan itu. masih di sini, dipinggir pantai, aku bertemu dengan orang-orang yang aku ciptakan untuk menemuiku disitu. bukan kamu, bukan dia, juga bukan mereka. orang-orang itu adalah  seorang nelayan dan sebaris ikan yang sedang menari di bahwa perahu nelayan itu. nelayan itu tidak menatap ku. aku juga tidak berusaha menatapnya. aku  melihat nelayan itu sama sekali tidak mendapatkan ikan. ikan-ikan yang ia datangi justru menjauh mendekati burung-burung yang sedang mengintai mangsa. ada yang terlupa yaitu burung, aku memunculkan burung untuk menemaniku. entah mengapa nelayan, ikan, dan burung sekejam mengilang. mungkin pada saat aku larut dalam lagu itu, ada dering sms di kamar ku. aku buka sms itu, ternyata salah satu provider sedang kangen dengan aku. sontak dalam hati ” ah setan lo..”

jam 2 lewat 15, saatnya kembali melihat yang bukan itu. andai provider itu tidak mengsms aku pagi ini. mungkin aku sudah mendatangkan naga, badai, topan, angin di pinggir pantai.

terkadang hanya kita yang tahu. atau terkadang kita tidak mengetahui apa yang ia tahu. semuanya sudah berevolusi, bulan sudah gerhana, gunung es sudah mencair, tanaman sayuran sudah berbungga, dan pohon alpukat sudah berbuah. saatnya menikmati lagu ini untuk memunculkan tahun itu dikemudian hari.

(bagi yang membacanya, jangan semena-mena menarik buah dari pohon. jangan GR, jangan pulan marah. bagian ini adalah ladang munculnya sumpah serapah..silakan mengumpat, membual sesuka hati mu. jika bahasa yang digunakan tidak bisa dibaca, segera tinggalkan blog ini ketimbang mata anda mengalami iritasi yang berlebih)

mari kita makan

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s